SMP Swasta Katolik St. Ursula Ende kembali menyelenggarakan kegiatan Hari Studi bagi tenaga pendidik dan kependidikan dengan mengangkat tema “Merancang Organisasi Pembelajar.” Kegiatan ini dibawakan oleh Suster Herlina Helena Simanjorang, OSU, selaku Kepala SMP Swasta Katolik St. Ursula Ende. Kegiatan Hari Studi ini menjadi ruang refleksi dan pengembangan diri bagi para guru serta tenaga kependidikan untuk terus belajar, berinovasi, dan membangun budaya kerja yang mendukung peningkatan mutu pendidikan di lingkungan sekolah.
Dalam pemaparannya, Suster Herlina menjelaskan bahwa organisasi pembelajar merupakan sebuah organisasi yang senantiasa mendorong setiap anggotanya untuk terus belajar, berkembang, melakukan refleksi, serta menemukan cara-cara baru dalam menghadapi berbagai tantangan. Dalam konteks sekolah, organisasi pembelajar diharapkan mampu merangsang para guru untuk menemukan pendekatan dan strategi baru demi meningkatkan output atau kualitas lulusan. Menurut Suster Herlina, guru tidak hanya berperan sebagai seorang pendidik, tetapi juga sebagai pemimpin sekaligus pembelajar. Karena itu, seorang guru perlu memiliki kemauan untuk terus belajar, terbuka terhadap perubahan, serta mampu bekerja sama dengan anggota tim lainnya.
Lebih lanjut, Suster Herlina menekankan pentingnya memiliki tujuan dan harapan yang jelas, yang kemudian didukung dengan pendekatan yang baik serta kesadaran terhadap konsekuensi dari setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan dalam organisasi. Sebuah organisasi pembelajar tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan individu, tetapi membutuhkan pembelajar tim (team learning) dan sistem berpikir (system thinking) yang baik. “Ketika kita memiliki tujuan dan harapan yang jelas, kita perlu membangun pendekatan yang tepat. Dalam organisasi pembelajar, kita membutuhkan pembelajar tim dan sistem berpikir yang baik agar setiap orang mampu melihat persoalan bukan hanya dari kepentingan pribadi, tetapi sebagai bagian dari keseluruhan sistem,” demikian inti penekanan Suster Herlina dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, para tenaga pendidik dan kependidikan diajak untuk melihat sekolah sebagai sebuah komunitas yang terus belajar. Setiap tantangan yang muncul hendaknya tidak hanya dipandang sebagai persoalan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi, memperbaiki diri, berkolaborasi, dan menciptakan perubahan yang lebih baik. Pada bagian akhir kegiatan, Suster Herlina menegaskan bahwa setiap pribadi di lingkungan pendidikan St. Ursula hendaknya mampu menjadi agen perubahan. Perubahan tersebut dimulai dari diri sendiri, kemudian berkembang dalam tim, memberikan dampak bagi peserta didik, serta menjangkau semua orang yang dilayani melalui karya pendidikan. Menjadi agen perubahan, demikian ditekankan, bukan berarti meninggalkan nilai-nilai yang telah ada, melainkan terus mengembangkan diri dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pendidikan Ursulin yang telah diwariskan.
Hari Studi ini pun menjadi momentum penting bagi keluarga besar SMP Swasta Katolik St. Ursula Ende untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan. Dengan semangat belajar, berkolaborasi, dan terbuka terhadap perubahan, para pendidik diharapkan semakin mampu menghadirkan pendidikan yang bermutu dan bermakna bagi peserta didik. “Menjadi organisasi pembelajar berarti berani terus belajar, berani berubah, dan berani menjadi agen perubahan demi pelayanan pendidikan yang semakin baik.”
Penulis: Hironimus Toda Tobi, S.Pd
